Rabu, 17 September 2025

WISATA DAN KEINDAHAN ALAM LUAR DUNIA - Sensō-ji

Sahabat Poker Sensō-ji (金龍山浅草寺, Kinryū-zan Sensō-ji) adalah sebuah kuil Buddha kuno yang terletak di Asakusa, Tokyo, Jepang. Bangunan ini adalah kuil tertua di Tokyo, dan salah satu yang paling penting. Dahulu, kuil ini terafiliasi dengan sekte Tendai dari Buddha Mahayana, tetapi setelah Perang Dunia II menjadi kuil yang independen. Di dekatnya terdapat sebuah pagoda lima lantai dan kuil Shinto Asakusa,[1] serta sejumlah toko yang menjual barang-barang tradisional di jalan Nakamise-dōri.[2]

Kuil Sensoji Kannon didedikasikan untuk Kannon Bosatsu, Bodhisatwa welas asih, dan menjadi rumah ibadah yang paling banyak dikunjungi di dunia dengan lebih dari 30 juta pengunjung setiap tahunnya.[3][4]

Sejarah

Kuil ini didedikasikan untuk Bodhisatwa Kannon (Awalokiteswara). Menurut legenda, patung Kannon ditemukan di Sungai Sumida pada tahun 628 M oleh dua bersaudara nelayan, Hinokuma Hamanari dan Hinokuma Takenari. Kepala desa mereka, Hajino Nakamoto, mengakui kesucian patung tersebut dengan mengubah rumahnya sendiri menjadi sebuah kuil kecil di Asakusa dan menempatkan patung itu di sana, sehingga penduduk desa dapat berdoa pada Kannon.[5]

Kuil Sensō-ji didirikan pada 645 M, menjadikannya kuil tertua di Tokyo.[5] Pada tahun-tahun awal Keshogunan Tokugawa, Tokugawa Ieyasu menetapkan Sensō-ji sebagai kuil pelindung klan Tokugawa.[6]

Kuil Shinto Nishinomiya Inari terletak di dalam kompleks Sensō-ji dan sebuah torii menjadi penanda masuk ke kawasan suci kuil Shinto. Sebuah plakat perunggu pada bangunan gerbang mencantumkan nama-nama donatur pembangunan torii pada tahun 1727 (Kyōhō 12, bulan ke-11).[7]

Selama Perang Dunia II, Sensō-ji dibom dan hancur selama serangan udara 10 Maret di Tokyo. Kuil ini lalu kembali dibangun dan menjadi simbol kelahiran kembali dan perdamaian bagi rakyat Jepang.

Halaman kuil

Pelataran kuil Sensō-ji adalah pusat festival terbesar dan terpopuler di Tokyo, Sanja Matsuri. Festival ini berlangsung selama 3-4 hari di akhir musim semi. Selama festival berlangsung, lalu lintas di jalan-jalan sekitar ditutup sejak fajar hingga larut malam.

Pintu masuk ke kompleks kuil bernama Kaminarimon atau "Gerbang Guntur". Gerbang ini dilengkapi dengan lentera kertas raksasa dan dihiasi warna merah-hitam yang menggambarkan awan badai dan guntur. Setelah Kaminarimon terdapat Nakamise-dori, yaitu jalan yang dilengkapi toko-toko di sepanjang sisinya, lalu diikuti oleh Hōzōmon atau "Gerbang Rumah Harta Karun" yang menyediakan akses masuk ke halaman dalam. Di dalam kawasan itu berdiri sebuah pagoda setinggi lima lantai yang megah dan aula utama yang didedikasikan untuk Dewi Kannon.[8] BandarQ  

Banyak turis, baik dari Jepang maupun dari luar negeri, mengunjungi Sensō-ji setiap tahun. Untuk melayani para wisatawan, kawasan sekitar kuil menyediakan banyak toko tradisional dan rumah makan yang menyuguhkan hidangan tradisional (mi, sushi, tempura, dll.). Nakamise-Dori, jalan yang membentang dari Kaminarimon ke kuil dipenuhi toko-toko kecil yang menjual aneka cendera mata mulai dari kipas tradisional, ukiyo-e (lukisan cukil kayu), kimono, teks-teks suci Buddha, permen, mainan, dan kaus. Keberadaan toko-toko ini merupakan bagian dari tradisi menjual barang kepada para peziarah yang berkunjung ke Sensō-ji.

Kaminarimon

Kaminarimon (雷門, "Gerbang Guntur") adalah gerbang terluar dari dua gerbang besar Sensō-ji (gerbang dalam disebut Hōzōmon). Gerbang yang dilengkapi lentera dan patung ini terkenal di kalangan turis. Tingginya 11,7 meter (38 kaki), lebarnya 11,4 meter (37 kaki) dan mencakup area seluas 69,3 meter persegi (746 kaki persegi).[9] Gerbang ini pertama kali dibangun pada tahun 941, tetapi gerbang yang bertahan sampai sekarang berasal dari tahun 1960, setelah gerbang ini hancur beberapa kali.

Sejarah

Kaminarimon pertama kali dibangun pada 941 M oleh Taira no Kinmasa, seorang panglima militer.[10] Pintu gerbang ini awalnya terletak di dekat Komagata, tetapi dibangun kembali di lokasinya sekarang pada tahun 1635. Gerbang Kaminarimon telah hancur berkali-kali selama beberapa abad. Empat tahun setelah pemindahannya, Kaminarimon terbakar habis, dan pada tahun 1649 M, Tokugawa Iemitsu membangun kembali gerbang tersebut bersama dengan beberapa struktur utama lain di kompleks kuil.[11] Kaminarimon kembali terbakar dan rata dengan tanah pada tahun 1757 M dan terbakar sekali lagi pada tahun 1865 M. Bangunan Kaminarimon yang dapat dilihat saat ini diresmikan pada bulan Desember 1960 M.[9] Sembilan puluh lima tahun setelah kebakaran terakhir, Konosuke Matsushita, pendiri Perusahaan Alat Listrik Matsushita (sekarang Panasonic), diminta untuk membangun kembali gerbang tersebut. Melalui pendanaan dari Matsushita, gerbang itu selesai dipugar pada tahun 1960.[12]

SahabatPoker : Agen Domino99, Poker, BandarQ & Slot Online Terpercaya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar